Saya Masih Single – Tidak Butuh Asuransi

SAVA MASIH BUJANGAN DAN TIDAK PERLU ASURANSI

Saya setuju sepenuhnya. Anda masih bujangan, anda tidak membutuhkannya karena tidak ada orang yang bergantung kepada penghasilan anda. Saya memiliki seorang pembantu rumah tangga  yang masih belum menikah dan dia mengatakan hal yang sama kepada saya.

Saya bertanya kepadanya apakah dia masih mengirimkan uang kepada orang tuanya di desa? la menjawab “Ya”. Saya tanyakan lagi jumlahnya. 1 juta rupiah sebulan. Apa yang akan terjadi jika kamu tidak mengirim uang ke desa selama tiga bulan mendatang? la mengatakan itu tidak boleh terjadi. Orang tuanya memang bergantung sepenuhnya pada penghasilannya.

Saya katakan padanya untuk mulai bulan depan ia cukup mengirimkan uang 700 ribu rupiah saja. Saya lalu bertanya apakah orangtuanya akan bisa mengatur 700 ribu rupiah tersebut agar cukup untuk hidup di desa. Dia katakan, mungkin bisa. Bagaimana kalau kamu tidak mengirimkan uang sama sekali. Apakah bisa mencukupi? Dia katakan tidak. Saya katakan  padanya  bahwa  dengan  sisa  uang  300 ribu rupiah sebulan ia dapat membeli asuransi jiwa senilai 200 juta rupiah, dan ia dapat berkata kepada orang tuanya bahwa jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka mereka akan menerima uang 200 juta rupiah untuk masa tua mereka.  

Kalau kamu terus mengirim 1 juta rupiah dan tidak mengambil Asuransi Jiwa, dan terjadi sesuatu pada dirimu, maka mereka tidak akan menerima kiriman uang lagi sama sekali. Sekarang apakah kamu percaya bahwa Asuransi  Jiwa dapat melakukan lebih daripada apa yang dapat kamu lakukan untuk keluargamu hanya dengan 10 ribu rupiah sehari?

Keuntungan  lainnya adalah anda membayar premi yang lebih kecil
karena anda masih muda dan layak diasuransikan. Setiap hari ada banyak pengajuan Asuransi Jiwa yang ditolak oleh satu perusahaan
Asuransi Jiwa oleh karena alasan kesehatan. Tidak ada seorangpun yang merasakan adanya kebutuhan pada masa bujangan. Kebutuhan selalu dirasakan setelah masa bujangan terlewati.  Sama halnya dengan pendidikan, kita tidak merasa membutuhkannya pada saat menempuhnya, tetapi masa depan kita menjadi cerah karena adanya pendidikan. Sama seperti orangtua kita, terkadang kita kurang menghargai orangtua saat mereka masih ada bersama kita. Setelah kita kehilangan mereka, barulah kita mulai menghargai mereka.

Hal yang sama juga dengan Asuransi Jiwa, anda mungkin tidak
merasa membutuhkannya saat ini. Jika sesuatu terjadi menimpa anda, mungkin saat itu sudah terlambat bagi anda untuk membelinya. Apakah anda pernah mengenal para pria yang masih bujangan namun menderita cacat tetap karena kecelakaan yang bisa terjadi tiba tiba? Menurut anda, jika ditawarkan  program seperti ini apakah mereka akan mau membelinya? Tapi apakah mereka dapat membelinya? Tidak.
Sebagai Penutup.. mari kita lihat cuplikan video ini,

Meri berbakti dan berikan yang terbaik bagi orang tua kita selagi masih ada kesempatan

Bila anda menyukai video ini.. saya ada beberapa video juga yang mungkin anda suka.. berikut adalah playlistnya, silahkan anda tinggal klik disini.

Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *