Saya Tidak Suka / Tertarik Pada Asuransi

Saya sangat setuju dengan anda. Bolehkah saya menanyakan satu pertanyaan kepada anda… (pertanyaan diper untuk kan bagi mereka yang sudah menikah)

“Pak, apakah anda sudah menikah? ….”Ya”. Apakah saat dulu anda menikah dengan Istri, anda mengambil keputusan hanya dengan  mendengar namanya saja? Tentu “Tidak”, bukan…

Anda bertemu dengannya, lalu berkenalan, berbicara dari hati ke hati, baru pada akhirnya memutuskan setuju untuk menikah dengannya. Bukankah demikian..?

Jika anda langsung mengatakan ·’Ya’·untuk menikah dengan istri anda hanya setelah tahu namanya saja, ada kemungkinan ternyata la wanita yang sudah tua atau wanita cacat. sehingga anda menyesal mengatakan “Ya”

Sebaliknya, jika anda mengatakan “Tidak” dan menolaknya, setelah anda baru diperkenalkan namanya, anda juga mungkin akan menyesal berkata “Tidak”. Mungkin dia wanita muda yang sangat cantik dari keluarga yang kaya raya. Baik jawaban “Ya” atau “Tidak” anda mungkin akan menyesal.

Apa yang ingin saya sampaikan adalah : anda orang yang sangat tulus dan jujur karena anda berkata anda tidak tertarik pada Asuransi Jiwa. Bagaimana mungkin anda akan tertarik pada sesuatu yang tidak anda ketahui cara kerja dan mantaatnya?

Saya akan menunjukkan program rencana masa depan yang paling baik dan paling menarik buat anda. Setelah itu, silahkan anda yang mengambil keputusan. Saya tidak sedang menjual Asuransi Jiwa. Melainkan, saya sedang menolong anda dalam membeli Asuransi Jiwa. Anda sendiri yang menjadi jurinya dan anda sendirilah yang  kemudian mengambil keputusan.

Tolong berikan kesempatan kepada saya untuk menjelaskan apa yang dapat dilakukan program ini untuk anda dan keluarga serta tentang kesejahteraan keluarga anda dan jaminan kelanjutan penghasilan/income anda”.

Apakah penghasilan anda sangat penting artinya bagi anda dan keluarga? Setujukah anda bahwa orang bisa hidup tanpa asuransi, tetapi orang tidak bisa hidup tanpa penghasilan. Penghasilan inilah yang menjadi salah satu hal terpenting dalam sebuah keluarga. Mengapa? Karena melalui penghasilan ini, ada keluarga – anak & istri kita yang bergantung hidupnya dengan income yang kita miliki.

Mungkin anda kurang menyadari, kalau anda sangat berharga, karena anda mampu bekerja keras dan menghasilkan income yang di pergunakan untuk berbagai biaya kebutuhan. Banyak orang yang mengatakan bahwa Asuransil Jiwa terlalu tinggi biayanya. Tetapi bagaimana caranya saya dapat membayar premi Asuransi Jiwa Jika penghasllan hanya sebesar 5 juta rupiah bulan sedangkan Jumlah pengeluaran saya di atas kertas untuk biaya-biaya rumah tangga, sandang-pangan, dan cicilan cicilan setiap bulan, terkadang lebih dari 5 juta rupiah.

Jawaban saya adalah:  “Pak..,  mari kita berandai-andai, saat besok anda bekerja di kantor, boss anda mengatakan bahwa kondisi keuangan perusahaan sedang tidak baik dan terpaksa gaji anda diturunkan menjadi 4.5 juta rupiah sebulan. Anda sudah mensurvey juga bahwa keadaan memang sedang krisis dan banyak kawan kawan anda yang di PHK kan. Beberapa karyawan di tempat anda juga mengalami PHK. Pertanyaan nya: Apakah anda masih tetap dapat melanjutkan kehidupan keluarga anda dengan potongan sebesar 500 ribu rupiah per bulan? atau Apakah anda akan langsung berhenti dan mencari  pekerjaan baru?” Itulah konsep asuransi jiwa, jika anda meninggal atau mengalami cacat tetap maka 100% penghasilan anda akan hilang.

Tetapi dengan 500rb yang anda tabung untuk memiliki asuransi jiwa, maka 100% income anda akan tetap ada untuk kebutuhan sehari hari anda. Jika anda tidak rela memberikan 10% dari income anda, suatu saat terjadi resiko, maka anda akan kehilangan 100% income anda yang adalah juga masa depan keluarga anda. Ketika seseorang  meninggal dunla, ada 3 hal yang turut meninggal bersamanya. Dia meninggal sebagai ayah bagi anak-anaknya, dia meninggal sebagai suami bagi istrinya, dan juga penghasilannya turut meninggal bersamanya.

Saya tidak akan dapat mencarikan ganti seorang  ayah seperti anda bagi anak-anak anda, atau ganti seorang suami seperti anda bagi istri anda, tapi saya dapat menjamin pengganti income anda bagi keluarga anda.

Sebagai penutup, saya mengajak anda melihat sebuah video yang sangat menarik dan saya sangat suka sekali dengan video ini.

Bila anda menyukai video ini.. saya ada beberapa video juga yang mungkin anda suka.. berikut adalah playlistnya, silahkan anda tinggal klik disini.

Saya Tidak Punya Uang / Budget Untuk Asuransi Ver.2

Produk Asuransi merupakan produk yang sangat unik. Siapakah yang paling membutuhkan asuransi? Apakah mereka yang mempunyai uang, atau sebaliknya? Ya, betul sekali, mereka yang tidak  mampu  membeli  Asuransi Jiwa sebenarnya justru lebih membutuhkan Asuransi Jiwa dibandingkan dengan  orang yang mampu  membelinya. Sekali lagi, yang paling membutuhkan asuransi sebenarnya adalah mereka yang tidak memiliki uang / budget untuk asuransi. Mengapa?

Coba anda bayangkan, ada 2 orang katakan lah Bapak A dan Bapak B. Bapak A memiliki keuangan yang cukup baik, di rekeningnya tersedia uang cash yang cukup. Sebaliknya bapak B, tidak memiliki banyak uang di rekeningnya. Pertanyaan nya adalah : “Pada saat terjadi musibah katakanlah sakit Kanker, siapakah yang paling berat menghadapinya, Bapak A yang memiliki cukup uang di rekeningnya, atau Bapak B yang memiliki keterbatasan finansial? Ya betul sekali, Bapak B lah yang akan lebih berat.

Sederhana nya adalah “Bila untuk 500rb saja anda tidak bisa sisihkan, bagaimana kalau terkena sakit berat dan membutuhkan biaya ratusan juta, tentu ini akan menjadi Masalah BESAR? Masalah untuk siapakah, apakah semata mata hanya menjadi masalah bagi yang sakit / meninggal, atau melainkan juga menjadi masalah besar bagi satu keluarga nya.

Jika saya mengatakan apakah anda tahu, berapa banyak orang yang akan meninggal di dalam kelompok usia anda dan berapa banyak orang yang akan tetap hidup? Mereka biasanya selalu percaya bahwa kematian itu selalu bisa terjadi setiap saat kepada setiap orang lain. tapi tidak kepada diri mereka  sendiri.

Hal yang tersulit dalam asuransi adalah “Meyakinkan kalau anda dan saya serta kita semua tidak ada yang kebal terhadap musibah. Meyakinkan kalau sewaktu waktu, anda dan saya bisa tiba tiba meninggal dunia. Maka dari itu saya memiliki sebuah cerita / analogi yang saya sebut dengan “Kisah 8 Orang”. Semoga kira nya cerita ini bisa anda baca dan bayangkan simulasinya.

Bayangkan Anda berada di antara 1000 orang yang berdiri berjajar di sepanjang sebuah tembok, di hadapan anda berdiri – berderet 1000 tentara para tentara dalam barisan kedua ini memegang sepucuk senjata. Ketika semua orang sudah berbaris, anda mendengar seseorang di ujung sana berterlak: “Siaaaappp”, lalu 1000 pucuk senjata serentak dikokang. Tetapi saya lupa memberitahu anda bahwa dari 1000 senjata yang diarahkan ke barisan anda ini, 992 senjata berisi peturu kosong. Hanya 8 pucuk senjata saja dari 1000 senjata yang berisi peluru asli. Cukup aneh bukan? Tetapi tentu anda tidak mengetahul 8 senjata yang mana yang berisi peluru tersebut.


Jadi, di sanalah anda…berdiri membelakangi tembok dengan sepucuk senjata yang sudah siap ditembakkan ada di depan anda. Tiba-tiba, anda mendengar suara seseorang berteriak “ANGKAT SENJATAAA…!!” Nah, sekarang katakan pada saya, jika sesaat sebelum orang yang berteriak tersebut meneriakkan  “Tembaaakk!!”, ternyata saya berlari lari kepada anda dan meminta anda untuk menandatangani Surat Pengajuan Asuransi Jiwa ini, apakah anda akan menandatanganinya? Atau anda akan mengatakan  “Saya tidak punya uang…Saya tidak mampu mengambil  asuransi.

…………….

Tetapi bila anda dapat melihat dan mengetahui senjata dengan peluru kosong tersebut, tentu saja anda akan keberatan untuk  menanda-tanganinya Jika anda tahu itu hanyalah peluru kosong. Namun bagaimana cara anda dapat mengetahuinya?

Mari, saya akan tunjukkan bahwa dari setiap tahunnya dari 1000 orang, ada 8 orang diantaranya yang akan meninggal, namun kita
tentu tidak tahu siapa orangnya. Tetapi percayalah biar bagaimana pun anda dan saya suatu hari pasti akan meninggal dunia. Saya setuju bahwa kita sudah menganggarkan keuangan keluarga kita dengan baik. Namun sebenarnya tuntutan persyaratan Asuransi  Jiwa sesungguhnya ringan. Selagi anda masih sehat, segera miliki asuransi jiwa.

Asuransi di miliki bukan berarti yang memiliki harus meninggal dunia, namun bagaimana agar yang di tinggalkan dapat tetap hidup terus.

Sebagai penutup ada sebuah video yang mungkin bisa menjadi pertimbangan anda.

Anything Can Happen, Prepare The Worst For Your Love One

Bila anda menyukai video ini.. saya ada beberapa video juga yang mungkin anda suka.. berikut adalah playlistnya, silahkan anda tinggal klik disini.

Saya Masih Single – Tidak Butuh Asuransi

SAVA MASIH BUJANGAN DAN TIDAK PERLU ASURANSI

Saya setuju sepenuhnya. Anda masih bujangan, anda tidak membutuhkannya karena tidak ada orang yang bergantung kepada penghasilan anda. Saya memiliki seorang pembantu rumah tangga  yang masih belum menikah dan dia mengatakan hal yang sama kepada saya.

Saya bertanya kepadanya apakah dia masih mengirimkan uang kepada orang tuanva di desa? la menjawab “Ya”. Saya tanyakan lagi jumlahnya. 1 juta rupiah sebulan. Apa yang akan terjadi jika kamu tidak mengirim uang ke desa selama tiga bulan mendatang? la mengatakan itu tidak boleh terjadi. Orang tuanya memang bergantung sepenuhnya pada penghasilannya.

Saya katakan padanya untuk mulai bulan depan ia cukup mengirimkan uang 700 ribu rupiah saja. Saya lalu bertanya apakah orangtuanya akan bisa mengatur 700 ribu rupiah tersebut agar cukup untuk hidup di desa. Dia katakan, mungkin bisa. Bagaimana kalau kamu tidak mengirimkan uang sama sekali. Apakah bisa mencukupi? Dia katakan tidak. Saya katakan  padanya  bahwa  dengan  sisa  uang  300 ribu rupiah sebulan ia dapat membeli asuransi jiwa senilai 200 juta rupiah, dan ia dapat berkata kepada orang tuanya bahwa jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka mereka akan menerima uang 200 juta rupiah untuk masa tua mereka.  

Kalau kamu terus mengirim 1 juta rupiah dan tidak mengambil Asuransi Jiwa, dan terjadi sesuatu pada dirimu, maka mereka tidak akan menerima kiriman uang lagi sama sekali. Sekarang apakah kamu percaya bahwa Asuransl  Jiwa dapat melakukan lebih daripada apa yang dapat kamu lakukan untuk keluargamu hanya dengan 10 ribu rupiah sehari?

Keuntungan  lainnya adalah anda membayar premi yang lebih kecil
karena anda masih muda dan layak diasuransikan. Setiap hari ada banyak pengajuan Asuransi Jiwa yang ditolak oleh satu perusahaan
Asuransi Jiwa oleh karena alasan kesehatan. Tidak ada seorangpun yang merasakan adanya kebutuhan pada masa bujangan. Kebutuhan selalu dirasakan setelah masa bujangan terlewati.  Sama halnya dengan pendidikan, kita tidak merasa membutuhkannya pada saat menempuhnya, tetapi masa depan kita menjadi cerah karena adanya pendidikan. Sama seperti orangtua kita, terkadang kita kurang menghargai orangtua saat mereka masih ada bersama kita. Setelah kita kehilangan mereka, barulah kita mulai menghargai mereka.

Hal yang sama juga dengan Asuransi Jiwa, anda mungkin tidak
merasa membutuhkannya saat ini. Jika sesuatu terjadi menimpa anda, mungkin saat itu sudah terlambat bagi anda untuk membelinya. Apakah anda pernah mengenal para pria yang masih bujangan namun menderita cacat tetap karena kecelakaan yang bisa terjadi tiba tiba? Menurut anda, jika ditawarkan  program seperti ini apakah mereka akan mau membelinya? Tapi apakah mereka dapat membelinya? Tidak.
Sebagai Penutup.. mari kita lihat cuplikan video ini,

Meri berbakti dan berikan yang terbaik bagi orang tua kita selagi masih ada kesempatan

Bila anda menyukai video ini.. saya ada beberapa video juga yang mungkin anda suka.. berikut adalah playlistnya, silahkan anda tinggal klik disini.

Saya Mau Pikir Pikir Duhulu ver.2

Saya amat menghargai keinginan anda untuk memikirkan dahulu hal ini. Untuk sesuatu yang penting, saya sangat setuju sekali untuk kita pikirkan dahulu. Berikut ada sebuah cerita yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan dan pemikiran anda. Coba saat anda sedang memikir kan nya lalu telepon anda berbunyi. Seorang janda kenalan anda meminta nasihat anda.

Dia bercerita bahwa suaminya meninggalkan sebuah apartemen yang memberi penghasilan berupa uang sewa sebesar 7 juta rupiah per  bulan. Dan uang sewa ini adalah satu-satunya sumber penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beserta dua orang anak. Apartemen itu sendiri berharga 700 juta rupiah dan diasuransikan terhadap kebakaran. Asuransi ini akan jatuh tempo keesokan harinya dan anda harus  membayar premi sebesar 1 juta rupiah.

Uangnya sudah tersedia (sudah tersedia 1 juta untuk premi lanjutan), tetapi dia sudah berjanji pada anak-anaknya untuk membelikan baju baru sehingga ia ingin menunda pembayaran preminya sampai akhir bulan.

Kalau keadaan nya demikian, Apakah anda akan memberi saran janda tersebut untuk langsung membayarkan preminya atau menunggu selama 2 minggu? Dan kira kira mengapa aanda menyarankan demikian?

Tepat sekali, saran itulah yang akan saya berikan kepada Janda itu dan saya pikir anda setuju dengan saya bahwa situasi kita juga serupa  saat  ini. Apartemen ini melambangkan penghasilan Anda satunya sumber penghasilan, yang dapat saja musnah  terbakar oleh api. Sama  hatnya  dengan  kemampuan anda  menghasilkan uang dapat saja dihancurkan oleh kecelakaan.

Jika nasihat anda  kepada Janda tersebut adalah untuk segera membayarkan  premi asuransinya, yaitu untuk melindungi satu-satunya sumber penghasilannya, maka anda tentu akan memberikan nasihat yang sama kepada anda sendiri demi kepentingan anda dan keluarga anda.

Maukah  anda  memberi jaminan keamanan dan ketenangan pikiran bagi lstri dan  keluarga anda?  

Akhir kata, ada sebuah video yang kira nya bisa anda lihat sebagai penguatan untuk anda.

Bila anda menyukai video ini.. saya ada beberapa video juga yang mungkin anda suka.. berikut adalah playlistnya, silahkan anda tinggal klik disini.

Saya Mau Pikir Pikir Dahulu

Apakah ini yang anda lakukan saat anda mendapat penawaran Asuransi dari seorang teman – agen anda.. Kiranya apa yang saya sampaikan ini bisa membantu anda mencari bahan pertimbangan untuk mempermudahkan anda mengambil keputusan.

Coba anda bayangkan sebuah simulasi seperti ini : saya memiliki uang 100 ribu rupiah. Saya ingin bertanya “Maukah  anda  memberikan 2 ribu rupiah  kepada  saya untuk  memperoleh uang  100 ribu  rupiah ini?

Ya,  anda  hanya  perlu memberlkan dua ribu rupiah untuk mendapatkan uang 100 ribu rupiah. 100 ribu rupiah  ini milik anda. Bila kita pakai perhitungan sederhana maka yang anda dapatkan adalah 50x dari yang anda berikan. Keluarga anda akan mendapatkan uang senilai  berkali-kali lipat dari apa yang sudah anda bayarkan. ltulah Asuransi Jiwa.

Kembali saya ulang.. “Apakah anda tertarik untuk membayar kepada saya hanya 2 ribu rupiah dan mempero1eh 100 ribu rupiah?

Tentu saja. Ini berarti anda mampu untuk membuat keputusan seketika. Anda  baru  saja mendapat uang 100 ribu rupiah dengan uang 2 ribu rupiah. Mengapa? Karena ini adalah  penawaran yang pasti menguntungkan. Setiap orang  akan membuat keputusan seketika itu juga jika hal itu memang menguntungkan dirinya.

Sebuah cerita dari seorang agen asuransi di Malaysia.

……….Saya pernah  berhasil menjual Asuransl Jiwa senilai 5 miliar rupiah dengan premi 90 juta rupiah setahun dalam waktu hanya 5 menit. la adalah wakil  menteri keuangan Malaysia. Saya datang dengan 2 lembar giro. Yang pertama bernilai 10 juta rupiah  dan yang kedua bernilai 5 miliar rupiah.

Pak Mentri, jika saya berikan kepada anda 2 lembar giro ini, yang manakah yang akan Anda simpan? la menjawab tentu yang 5 mlliar rupiah. Jika anda hanya dapat memiliki salah satu dan harus menyerahkan yang lainnya, yang manakah yang akan anda berikan kepada saya? la menjawab, yang 10 juta rupiah. Itulah produk saya pak, Money Changer Pak, saya hanya menginginkan 10 juta rupiah  per bulan maka yang 5 miliar rupiah ini akan jadi milik anda.

Satu pertanyaan lag saya tanyakan kepadanya.  Berapa lama waktu yang anda  butuhkan untuk membayar kembali uang senilai 5 Milyar rupiah jika setiap bulan anda hanya membayar 10 juta rupiah kepada saya? Dia terdiam dan saya berkata kepadanya : pak mentri, anda tidak akan pernah  mengembalikan 5 miliar rupiah kepada saya seumur hidup anda. Namun sebaliknya keluarga anda akan memperoleh uang berkali-kali lipat dari jumlah yang telah anda bayarkan. ltulah Asuransi Jiwa.

Jika anda meninggal dunia maka keluarga dapat mencairkan seluruh nilai 5 miliar rupiah. Jika tidak ada apapun yang terjadi pada anda,  maka polis ini akan menjadi tabungan untuk masa tua anda. Tanpa pertanyaan, Ia pun menandatangani giro senilai 90 juta rupiah untuk premi setahun.

…….. demikian kisah sang Agen dari Malaysia tersebut.

Sebagai penutup, saya juga akan memberikan sebuah video yang kira nya bisa anda anda lihat untuk sebagai pertimbangan anda, mari berikan yang terbaik untuk keluarga yang kita sayangi.

Bila anda menyukai video ini.. saya ada beberapa video juga yang mungkin anda suka.. berikut adalah playlistnya, silahkan anda tinggal klik disini.

Saya Tidak Punya Uang / Budget Untuk Asuransi

……. “Saya tidak ada budget utk asuransi” Apakah kata kata ini yang muncul pertama kali saat seorang agen menawarkan produk asuransi bagi anda..

Ada sebuah pemahaman sederhana kalau hal ini sedang anda alami. Tetapi sebelum nya, sekali lagi saya jelaskan, bahwa penjelasan saya ini adalah bukan bersifat pendapat pribadi dan tidak ada paksaan. 100% keputusan di tangan anda, untuk memiliki asuransi bagi keluarga anda.

Baik.. Mari kita mulai. Begini pak / bu.. Tahukah anda, kalau ada 3 jenis anggaran :
1. Anggaran keluarga saat ini.
2. Anggaran masa tua.
3. Anggaran seorang janda atau anak yatim.

Saya ingin membicarakan 2 jenis anggaran yang terakhir. Tujuan dari anggaran adalah untuk memastikan income yang kita miliki tersalurkan ke dalam alokasi yang tepat sasaran. Semua anggaran ini bisa berjalan karena seorang super hero yg memiliki income dalam keluarga ini yakni anda sendiri. Seperti nonton film super hero, tentu nya ada masa masa sulit yang harus di lewati dan merupakan bagian dari kehidupan.

Pernahkah anda terbayang bila sang super hero ini telah tiada, dan Bagaimanakah nasib keluarga nya..?
Bagaimanakah dengan anggaran yg sudah di buat, dptkah terus berjalan..?
Bagaimanakah anak anak anda melanjutkan pendidikan nya?

Apa yang bapak anggarkan sungguh sangat baik ada nya.. Semua penghasilan anda saat ini dipergunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga. Namun bagaimana jika mereka kehilangan seluruh penghasilan anda?

Maka dari itu bolehkah saya melengkapi anggaran anda..
Anggaran pertama, yang terpenting adalah biaya hidup dan biaya pendidikan anak anak anda.

Lalu anggaran kedua adalah kebutuhan asuransi repro. Untuk memastikan semua ketidak pastian dalam hidup seperti rencana masa depan, masa tua, dll, agar tetap bisa berjalan seperti yang kita rencanakan

Baru anggaran yg ketiga adalah (jika ada lebih) untuk hiburan.

Kebanyakan orang melakukannya terbalik, lebih memilih anggaran yang ketiga dulu baru yang kedua. Tapi coba anda pikirkan, yang manakah yang benar benar terbaik bagi masa depan n keluarga anda.. Apakah dengan memprioritaskan anggaran yang ke 3, atau memprioritaskan anggaran yang ke 2…?

Percayalah jika anda melakukan hal ini (prioritaskan anggaran yang ke 2),maka dua puluh tahun kemudian, keluarga anda akan mandiri dan bahagia.

Percayalah pengorbanan anda hanya sementara tetapi manfaat nya seumur hidup.

Akhir kata, ada sebuah quotes dan video di bawah ini sebagai penutup dan pelengkap artikel saya ini.

Terima kasih dan selamat memutuskan yang terbaik bagi mereka yang anda kasihi.

“Insurance… Adalah bukan tentang anda. Melainkan adalah tentang CINTA yang anda tinggalkan untuk mereka yang anda kasihi.”

Bila anda menyukai video ini.. saya ada beberapa video juga yang mungkin anda suka.. berikut adalah playlistnya, silahkan anda tinggal klik disini.